Tebar Qurban 1436 H

HIKMAH BERQURBAN
Idul Adha adalah merupakan puncak dari ibadah haji. Hari raya ini disebut juga Hari Raya Qurban, dimana pada hari itu bagi setiap hamba-Nya yang mampu dianjurkan untuk menunaikan kewajibannya menyembelih hewan qurban.

Brosur Program Qurban 1436 H
“Dan bagi tiap-tiap umat telah kami syari’atkan penyembelihan (Qurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzqikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).” (QS. Al Hajj : 34).

”Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni’mat yang banyak, maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan ber-kurban-lah.” (QS. Al Kautsar : 1-2)

Dari dua surat di atas, secara langsung Allah SWT memberikan perintah (mensyari’atkan), kepada kita yang mengaku sebagai ummat-Nya diwajibkan untuk melaksanakan ibadah Penyembelihan Qurban. Sejalan dengan tujuannya, kewajiban ini akan jatuh kepada hamba-hamba-Nya yang telah dilimpahi rezeqi dan membagi rezeqi yang Allah berikan dengan saudara-saudara lain yang kurang mampu (dhuafa).

Qurban, berasal dari kata Qoroba, artinya mendekatkan diri. Dalam hal ketauhidan, tidak ada Dzat/tempat yang patut untuk kita mendekatkan diri, kecuali hanya kepada Allah SWT.

Ibadah Qurban yang diperintahkan kepada ummat Nabi Muhammad SAW adalah ibadah yang mengacu kepada sejarah qurbannya Nabi Ibrahim AS. Perintah mengorbankan anak yang dicintainya, Nabi Ismail AS. yang kemudian Allah gantikan dengan seekor Qibas adalah salah satu bukti ketaatan Nabi Ibrahim AS dalam menjalankan perintah Allah SWT. Oleh karena itu, pelaksanaan ibadah qurban harus diniatkan dalam rangka taat dan menjalankan perintah Allah.

KEUTAMAAN QURBAN
Qurban disebut juga Udhiyah, secara terminologi syara' tidak ada perbedaan, yaitu hewan yang khusus disembelih pada saat Hari Raya Qurban ('Idul Al-Adha 10 Dzul Hijjah) dan hari-hari tasyriq (11, 12, dan 13 Dzul Hijjah) sebagai upaya untuk mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah SWT.

Dalam Islam qurban disyariatkan pada tahun kedua Hijriah. Saat itu Rasulullah keluar menuju masjid untuk melaksanakan shalat 'Idul Adha dan membaca khutbah `Ied. Setelah itu beliau berqurban dua ekor kambing yang bertanduk dan berbulu putih.

Allah SWT befirman,
"Bagi tiap-tiap umat telah Kami tetapkan syariat tertentu yang mereka lakukan, maka janganlah sekali-kali mereka membantah kamu (Muhammad) dalam urusan syariat ini. Dan serulah kepada agama Tuhanmu, sesungguhnya kamu benar-benar berada pada jalan yang lurus" (QS AI-Haj: 67).

Bahkan qurban telah menjadi salah satu ritus dalam sejarah pertama manusia. Seperti dikisahkan dengan jelas dalam AI-Quran surah Al-Maidah ayat 27 mengenai prosesi qurban yang dilakukan oleh kedua putra Nabi Adam AS, qurban diselenggarakan tiada lain sebagai refleksi syukur hamba atas segala nikmat yang dianugerahkan Tuhannya, di samping sebagai upaya taqarrub ke hadirat-Nya.

Rasulullah saw bersabda (yang artinya):
“Barang siapa berkurban dengan lapang dada (senang hati) dan ikhlas hanya mengharap pahala dari Allah, maka dia akan dihijab dari neraka (berkat udhiyahnya)“. (HR. Ath Thabarani dari Al Husein bin Ali)


DASAR KEGIATAN
1. Qur’an Surat Al-Kautsar, ayat 2 : “Maka dirikanlah sholat dan berqurbanlah”
2. Qur’an Surat Al-Hajj, ayat 34 : “Dan bagi tiap-tiap umat telah kami syari’atkan penyembelihan (Qurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).”

BENTUK KEGIATAN
1. Menerima donasi hewan qurban.
2. Mendata Anak Yatim dan dhu’afa sekitar yayasan yang layak untuk menerima hewan qurban;
3. Pelaksanaan penyembelihan hewan qurban;
4. Mendistribusikan hewan/daging qurban kepada Anak Yatim dan dhu’afa sekitar;
5. Pendokumentasian hewan qurban dan pelaporan.

Teknis Penyaluran Qurban
 1. Dapat diantarkan langsung ke sekretariat Yayasan Dulur Salembur (YDS) 
     di Jl. H. Naman No.20B RT.02/03 Pondok Kelapa, Duren Sawit - Jakarta Timur  13450, atau
2.  Di jemput oleh petugas kami dengan menghubungi via  telepon Yayasan  ke nomor 021-8652411.
3.  Transfer ke Rekening Yayasan Dulur Salembur;
·         Bank Mandiri : Rek. No. 133-00-0739629-4  a/n YDS
·         Bank BRI      :  Rek. No. 7344-01-000106-50-2   a/n YDS

·         Bank BCA     :  Rek. No. 6630290170  a/n SANUSI