Tamrin City, Bersama, Berbagi, Peduli



 Ratusan Anak yatim dan duafa berkumpul di Tamrin City, ini sungguh menakjubkan, disaat jaman yang terus mengarah ke budaya barat, dimana kepentingan pribadi dan ego menjadi nomor wahid. Banyak orang yang menutup mata pada kondisi sekitar, seakan mereka tidak sadar bahwa dikehidupan ini kita tersambung dengan ribuan orang. contoh sederhananya seperti sebuah koin Rp.1000,- sebelum koin itu samapi ketangan kita, kira kira tangan siapa saja yg telah memegangnya, mungkin saja koin itu sebekumnya milik salah satu anak-anak diatas ini. dan coba lihat tahun berapa koin itu di buat...? kira kira butuh berapa lama koin itu sehingga akhirnya sampai ketangan kita...? ini hanya contoh kecil dari koin 1000. belum lagi baju kita, sepatu kita, mobil kita, rumah kita, dll. kira kira berapa banya orang yg telah membantu diri kita untuk memakai semua itu. Selain beryukur lalu apalagi yang harus kita lakukan dikehidupan ini...?

Dengan hati penuh syukur dan ikhlas untuk senantiasa Bersama, Berbagi dan Peduli terhadap sesama, seakan-akan menghilangkan rasa lelah anak-anak yatim dari perjalan yang jauh. bahkan beberapa anak masih mengenakan pakaian sekolah, tidak terpancar sedikitpun dimuka mereka bahwa mereka kelelahan, melainkan mereka memperliahtakan wajah yang penuh kegembiraan.

Sekali lagi ini sungguh menakjubkan dijaman ini masih banyak orang-orang yang peduli akan sesama, berbagi dan peduli akan generasi yang akan datang. Dan ingatlah ketika tangan kita selalu terangkat maka tangan Tuhan akan turun kepada kita.

Terakhir yang bisa kita lakukan sebagai perwakilan dari anak-anak binaan Yayasan Dulur Salembur adalah rasa syukur dan berdoa semoga apa yang telah diperbuat akan menjadikan amal dan penolong dikehidupan ini. Jika seandainya ada diantara para donatur yang mengangkat tangan untuk berdoa kepada tuhan, apakah itu untuk kesembuhan keluarganya, atau untuk cita-citanya, atau untuk kelancaan usahanya dan apapun yang mereka harapakan di kehidupan ini semoga segera terkabul. Amin.