Cangkir Cantik Buat Nenek

Cangkir Cantik Buat Nenek

LK: Nenek.. nenek… Lintang dan kiana beli hadiah buat nenek,…. Cepet di buka ya…
N : Cantiknya…. Terimakasih cucu-cucu nenek tersayang…
LK: Cantik kan … cantik kan… hehehe… tadi lintang dan kiana beli cangkir ini di pasar bersama ibu.
N : Untuk berterimakasih pada cucu-cucu nenk yang baik mau gak nenek kasih cerita…?
LK : mau.. mau…

N : tau gak cangkir ini dulunya seperti apa…? Dulunya canngkir ini tidaklah cantik, sebelum menjadi cangkir yang cantik ini hanya sebongkah tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar tanah ini kesebuah roda berputar.
Kemudian ia mulai memutar-mutar tanah liat itu sampai akhirnya si tanah itu berteriak “ Stop, stop… aku merasa pusing”, tapi oang itu berkata “belum…!” lalu orang itu meninju dan membantingnya berulang ulang.
Stop..! stop..! teriak si tanah. Tapi orang itu tetap meninju dan membantingnya tanpa menghiraukan teriakan si tanah. Bahkan lebih buruk lagi orang itu memasukannya kedalam api. Ppanas..! panas..! teriak si tanah dengan keras. Stop..! Cukup..! taiak si tanah lagi. Tapi orang itu berkata “belum !!!”.
Akhirnya ia mengangkat tanah itu dari perapian dan membiarkannya samapai dingin. Si tanah berpikir, “selesailah penderitaanku”. Tapi tidak berapa lama setelah aku dingin orang itu memberikan aku kepada seorang wanita tua dan ia mulai mewarnai tanah itu, asapnya begitu pedih dan baunya memualkan, hingga si tanah berteriak.. Stop.. ! stop.. !. lalu wanita tua itu berkata “ belum !” lalu ia memberikan tanah itu kepada pria baru yang lebih muda dan ia memasukannya ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya. “Tolong.. hentikan penyiksaan ini ..! aku sudah tidak sanggup..!” sambil menangis sitanah berteriak minta ampun. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakan si tanah, ia terus membakarnya sampai puas, hingga akhirnya ia mengangkat dan mendinginkannya.
Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkat si tanah tersebut dan menempatkannya di dekat kaca. Alangkah terkejutnya si tanah saat melihat dirinya di balik kaca, karena yang berdiri dihadapannya bukanlah seonggok tanah liat yang kusam dan tidak berguna  lagi, melainkan sebuah cangkir yang cantik yang di gemari semua orang. Semua kesakitan dan penderitaan si tanah mendadak sirna tatkala ia melihat dirinya yang begitu cantik.

N : Gimana bagus gak ceritanya…?, seperti itulah Tuhan membentuk kita. Pada saat Tuhan membentuk kita, tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan dan air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara agar kita menjadi cantik dan memancarkan kemuliann-Nya.

N : Jadi apabila menghadapi kesusahan dalam hidup, maka hadapilah karena itu ujian dari Tuhan, jangan berkecil hati, karena Dia sedang membentuk kita. Proses membentuk ini memang menyakitkan tetapi setelah semua prose situ selesai, kita akan melihat betapa cantiknya Tuhan membentuk Kita.

LK : Oh begitu yah nek… seru ceritanya… J besok Lintang dan kiana mau beri hadiah piring ah.. tar cerita lagi yah nek…. Hehehehe…


N : hohohoho… baiklah.. tunggu cerita selanjutnya ya….