EMPAT TEMAN DALAM KEHIDUPAN


EMPAT TEMAN DALAM KEHIDUPAN
Suatu ketika ada seorang pengusaha sukses yang mempunyai empat kawan yang selalu menamni dalam hidupnya, ia sangat menyayangi teman-temannya itu karena selalu bersama saat menjalani puncak karirnya, sehingga pengusaha itu mencurahkan semuanya untuk teman-temannya itu.

Teman NO-4, ia sangat menyayangi temannya ini dan menganugrahi harta dan kesenangan, sebab ia yang tercantik diantara semuanya.

Teman NO-3, ia sangat bangga dengan temannya ini, dan selalu berusaha untuk mengenalkannya ke semua orang. Namun ia juga selalu kuatir kalau temannya ini pergi dari sisinya.

Teman NO-2, Sang pengusaha sangat menyayanginya karena teman ini sangat sabar dan oenuh pengertian. Kapanpun ia mendapat masalah, maka teman ke-2 inilah yang selalu dipintai pertimbangan, juga karena selalu menolong dan menyertai sang pengusaha melewati masa-masa sulit.

Teman NO-1, ia adalah teman yang paling lama mendampingi si pengusaha, bahkan sejak kecil ia sudah bersama. Namun si pengusaha kurang menyayanginya, karena teman ke-1 ini seakan-akan tidak pernah member apa-apa kepada dirinya. Bahkan sipengusaha tidak jarang untuk mengabaikanya, sehingga teman ini sering  terlupakan.

Suatu hari sipengusaha jatuh sakit dan menyadari bahwa ia akan segera meninggal. Ia meresapi semua kehidupan indahnya dan berkata dalam hati, :Saat ini aku punya 4 teman yang selalu bersama, namun saat aku meninggal aku akan sendirian. Betapa menyedihkannya….!” Hingga akhirnya ia memutuskan memanggil teman-temannya ini, setelah semuanya berkumpul lalu ia bertanya..:

“Wahai temanku yang NO-4, engkaulah yang paling aku sayangi, kuberikan kau kemewahan di dunia ini. Nah sekarang aku  akan mati, maukah kau mendampingiku..?” ia terdiam….”TENTU SAJA TIDAK” jawab teman NO-4 ini sambil pergi begitu saja tanpa berkata apa-apa lagi. Tentu saja jawaban ini sangat menyayat hati si pengusaha seakan ada pisau terhunus dan mengiris-ngiris hatinya. Setelah teman NO-4 ini pergi lalu ia bertanya lagi pada temannya yg NO-3

“Wahai temanku yang NO-3, engkau juga yang paling aku sayangi, siang malam aku selalu berusaha untuk dirimu. Nah sekarang aku  akan mati, maukah kau mendampingiku..?” teman NO-3 ini menjawab….”HIDUP INI BEGITU INDAH, AKU AKAN MENCARI TEMAN LAIN JIKA KAU MATI”, bagai disambar petir di siang bolong, sang pengusaha sangat terpukul dengan jawaban tsb. Badannya terasa demam. Tidak lama kemudian ia melihat teman NO-2 dalam hidupnya lalu ia bertanya

“Wahai temanku yang NO-2, engkaulah yang selalu ada untuku saat aku mendapat masalah, dank au selalu membantuku sepenuh hati. Kini aku butuh sekali bantuanmu, kalau aku mati maukah kau mendapingiku...?” sejenak teman NO-2 terdiam bahkan disela-sela matanya keluar butiran air mata, lalu teman NO-2 ini menjawab….”MAAFKAN AKU, KALI INI AKU TAK BISA MENOLONGMU, JIKA KAU MATI AKU AKAN MENGURUS DAN MENGANTAR JENAZAHMU SAMAPI LIANG KUBUR, NANTI AKAN KUBUATKAN MAKAM YANG MEGAH UNTUKMU”.

Sang pengusaha hanya bisa terdiam mendengar jawaban teman dekatnya ini, dan hanya bisa menyucurkan air mata. ia merasa putus asa, dalam  kondisi kecewa itu tiba-tiba terdengar suara “AKU AKAN TINGGAL BERSAMAMU DAN IKUT KEMANAPUN KAU PERGI BAHKAN SAAT ENGAKAU MATIPUN AKU AKAN IKUT MENEMANIMU…AKU TIDAK AKAN PERNAH MENINGGALKANMU DAN AKAN SELALU SETIA BERSAMAMU” 
Pengusaha itu lalu melihat sesosok teman lama yang selalu ia lupakan, dengan badan kurus dan pakaian lusuhnya ia menghampiri pengusaha itu. Sang pengusaha hanya mampu menangis melihat sosok temannya ini, ia teman NO-1 yang selalu menemaninya bahkan sejak kecil. Sang pengusaha lalu bergumam, “ KALAU SAJA AKU BISA MERAWATMU LEBIH BAIK SAAT AKU MAMPUH, TAK AKAN KUBIARKAN ENGKAU MENJADI KURUS SEPERTI INI TEMANKU…”

KESIMPULAN :
Sesungguhnya kita mempunyai 4 teman dalam hidup ini.

Teman ke-4 adalah “TUBUH” kita, yang selalu diberikan perhiasan untuk mendandaninya agar terlihat cantik. Namun semua ini akan hilang dalam suatu masa dan ruang sehingga tidak ada lagi keindahan dalam bentuk tubuh yang kita banggakan.

Teman ke-3 adalah “STATUS SOSIAL DAN KEKAYAAN”, saat kita meninggal semuanya akan pergi ketangan orang lain, mereka akan berpindah dan melupakan kita yang telah menjaganya siang malam.

Teman ke-2 adalah “KELUARGA”, seberapapun dekat hubungan kita dengan mereka  hanya samapi liang kuburlah mereka menami kita.

Dan sesungguhnya teman ke-1 adalah “AMAL DAN  JIWA” yang telah kita perbuat, yang akan selalu menemani kita kemanapun kita pergi, bahkan setelah mati, hanya “amal“ kitalah yang mampu menolong kita.


Jadi selagi mampu, perlakukanlah jiwa kita dengan bijakserta jangan pernahmelu untuk berbuat amal, memberikan pertolongan kesesama yang membutuhkan. Sekecil apapun bantuan kita akan menjadi sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan.