Marhaban Ya Ramadhan



Alhamdulillah bulan Ramadhan telah datang lagi. Untuk kesekian kali kita masuk dalam bulan penuh barokah dan mulia ini. Dan kesekian kali kita dihadapkan pada hal hal yang sama, mulai dari perbedaan awal dan akhir Ramadhan sampai pada perubahan jam tayang televisi sampai perubahan 180 derajat karakteristik manusia yang sering mondar mandir di layar televisi.  Setiap awal bulan Ramadhan ayat Al Baqarah 183 menjadi ayat al quran yang sering kita temui.
Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah itu semua menjadi sebuah rutinitas yang akan menjadi bagian dari kehidupan umat muslim secara langsung ataupun umat lain secara tidak langsung.  Pertanyaan berikutnya apakah bulan Ramadhan tersebut sudah menjadikan waktu yang berhasil menempa kita menjadi manusia yang lebih berkualitas.  Kita sudah banyak tahu seberapa mulianya Ramadhan ini. Kita juga sudah tahu, bagaimana semangat mayarakat muslim menyambutnya. Masjid menjadi ramai, kegiatan keagamaan meningkat pesat. Shodaqoh terkumpul meningkat pesat. Namun bagaimana setelah Ramadhan, apakah ada perubahan signifikan? Apakah kita berhasil mengambil hikmah dari kegiatan kita selama satu bulan untuk mewarnai 11 bulan lainnya? Ini kembali ke kita yang menjalankannya, mampukah kita?
Sebelum kita melangkah lebih jauh , tentunya perlu kita siapkan niat bahwa kita tidak akan membuang2 kesempatan Ramadhan tahun ini. Harus kita niatkan untuk berhasil mengambil semua kegiatan mengisi bulan Ramadhan. Dengan kemampuan iqra dan akal kita tentunya itu semua bisa kita lakukan. Dan tentunya didampingi dengan hati yang bersih dan ikhlas.
Di awal bulan Ramadhan kita sudah diberikan sebuah pembelajaran yang luar biasa. Sudah kesekian kali kita dihadapkan dengan perbedaan Awal Bulan atau akhir bulan Ramadhan. Sebuah pembelajaran karena kita bisa mensikapinya dengan hal positif.
1.      Perbedaan tersebut menjadikan kita dituntut untuk terus belajar dan melakukan penelitian untuk memahami ilmu astronomi , ilmu falak dan lainnya. Kita juga dituntut untuk lebih memahami ayat dan sunah terkait dengan perhitungan kalender dan bulan Ramadhan.  Perkembangan hisab ruyat, kemudian Wujudul Hilal, Imkanur Ruyat sampai dengan kriteria awal bulan menjadi sebuah tantangan keilmuan bagi ahli ahli muslim.
2.     Perbedaan tersebut memberikan kita kesempatan untuk belajar menghormati, menghargai pendapat dan pandangan orang lain. Keadaan ini memberikan sebuah suasana yang dapat saling membangun dan memberikan kritik saran dengan santun.  Dan ini melatih kita untuk menahan diri dan emosi.
Kedua sikap terhadap kedua hal tersebut semuanya adalah pilihan kita. Banyak kita lihat di media televisi sampai perbincangan di warung kopi yang isinya saling menyalahkan , saling mencela dan menghujat dan parahnya lagi tanpa didukung keilmuan. Inilah yang perlu kita siapkan di awal Ramadhan. Pembelajaran hidup adalah ujian juga bagi kita semua.

Mudah mudahan di tengah perbedaan tersebut kita bisa lebih bijak dalam bersikap dan bertutur kata. Insya Allah dengan ujian di awal bulan Ramadhan kita bisa menjawabnya dengan tepat sehingga kita bisa memasuki bulan Ramadhan dengan modal dan awal yang baik. Dan insya Allah selanjutnya kemampuan iqra, akal dan kebersihan hati kita bisa lebih mampu dalam memaknai Ramdhan tahun ini. Sehingga Ramadhan datang lagi dan pergi lagi akan memberikan dan meninggalkan makna terdalam di kita masing-masing. Kontribusi selanjutnya, Ramadhan mampu memberikan perubahan yang signifikan bagi masyarakat Indonesia dan dunia. Aamiin
Terakhir kata dari kami :
Selamat Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1437 H