Ngaji Diri


Ngaji adalah salah satu kata dari Bahasa Sunda, yang berarti Belajar.
Namun arti lebih jauh lagi tidak hanya belajar membaca atau menulis, melainkan Ngaji Diri, yang artinya memahami diri sendiri.

Seperti dhawuh khalifah Umar bin Khattab ra yang menyatakan :

"Hasibu anfusakum qabla antu hasabu." 
Yang artinya: “Hisablah dirimu sendiri sebelum kamu dihisab (di hadapan Allah SWT).” 

riwayat nasehat ini adalah dari hadits yang diriwayatkan oleh khalifah Umar sendiri. 
"Dari Umar r.a bahwa ia berkata, Ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah SAW, tiba-tiba muncul seorang sahabat Anshar. Setelah mengucap salam kepada beliau (rasulullah), ia (sahabat itu) bertanya, Ya Rasulullah, siapakah orang mukmin yang terbaik itu? Beliau (rasulullah) menjawab, Yang paling baik akhlaknya. Ia (sahabat itu) bertanya (lagi), Siapakah orang mukmin yang paling pintar? Beliau (Rasulullah) menjawab, Yang paling sering ingat kematian dan yang punya persiapan terbaik untuk menyambut apa yang terjadi sesudahnya. Mereka itulah orang yang paling pintar." 
(HR Ath Thabrani, Ibnu Majah dan Malik)
Dalam hadis lain yang senada adalah, "Orang pintar adalah orang yang mau mengoreksi dirinya sendiri dan beramal untuk kepentingan akhirat nanti. Dan orang bodoh ialah orang yang mengikuti hawa nafsunya, tetapi berharap-harap kepada Allah." (HR At Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).