Dengan Dzikir Jumat, Kita Jadikan Baca Qur'an sebagai Gaya Hidup



"Dengan Dzikir Jumat, Kita Jadikan Baca Qur'an sebagai Gaya Hidup"
Kamis. 1 Maret 2019, Dzikir Jumat bersama yatim dan duafa Yayasan Dulur Salembur Yds
Di zaman yang sarat dan marak dengan hiburan yang semakin beragam jenis dan bentuknya, serta bisa didapat dengan mudah dan murah seperti sekarang ini, hiburan tidak lagi sekedar berfungsi sebagai tontonan tapi telah menjadi kebutuhan. Bahkan telah menjadi tuntunan. Hiburan kini telah pedoman dan gaya hidup (life style) manusia modern apapun ras dan agamanya tanpa terkecuali yang beragama Islam.
Inilah zaman, di mana manusia memanfaatkan hiburan sebagai referensi untuk mendapatkan pedoman hidup dalam mengobati hatinya. Aktivitas tersebut seolah-oleh telah menjadi aktivitas yang penting dan utama, serta tidak bisa ditinggalkan oleh manusia modern.
Sudah tidak sulit lagi menyaksikan ada sebagian manusia yang telah memperlakukan hiburan melewati batas kewajaran dan fungsinya. Hiburan telah menjadi dan mendapatkan prioritas dalam hidup. Hiburan masih mendapatkan jatah waktu meskipun waktu sudah dirasakan sempit dan habis. Hiburan masih mendapatkan jatah tempat di hati dan pikiran meskipun hati dan pikiran sudah letih dan terasa sudah penuh dengan masalah-masalah hidup dan serasa tidak ada tempat untuk hal-hal lainnya.
Pertanyaan sederhana untuk membuktikan ini adalah; berapa lama kita menikmati layar TV, membuka internet dan membalas SMS? Sebaliknya, berapa kali dalam sehari kita semua menyentuh, membaca dan merenungi isi al-Quran dibanding alat-alat hiburan dan aksesoris teknologi itu?
----------------------------
So... Dengan Yayasan Dulur Salembur Yds bersama adik adik yatim dan duafa, kita jadikan aktivitas membaca al-Qur’an sebagai gaya hidup.
Mudah-mudahan kita tidak termasuk golongan yang mengacuhkan al-Qur’an seperti yang pernah dikuatirkan oleh Rasulullah saw. dan disebutkan ayat al-Qur’an di bawah ini:
“Berkatalah Rasul: \”Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan al-Qur\’an itu sesuatu yang tidak diacuhkan.\” (QS. Al-Furqon [25 ]:30)
Aamiin