Hikmah Qurban


Ayah Bunda, tidak terasa sekarang sudah memasuki bulan syawal 1441 H, yang sebentar lagi kita akan mengahadapi Hari Raya Idul Adha.
nah sekarang mari kita mengingat kembali tentang idul adha, dan apa saja yang harus dilakukan.

Idul Adha sering juga dinamakan hari raya haji, juga dinamakan dengan “Idul Qurban”, karena pada hari itu Allah memberi kesempatan kepada kita untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Bagi umat muslim yang belum mampu mengerjakan perjalanan haji, maka ia diberi kesempatan untuk berkurban, yaitu dengan menyembelih hewan qurban sebagai simbol ketakwaan dan kecintaan kita kepada Allah SWT

Jika kita menengok sisi historis dari perayaan Idul Adha ini, maka pikiran kita akan teringat kisah teladan Nabi Ibrahim, yaitu ketika Beliau diperintahkan untuk menyembelih putranya yaitu Ismail. sebagaimana tersurat dalam Al-Qur'an Surat Aa-saffat ayat 102

Ibrahim berkata : “Hai anakkku sesungguhnay aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu “maka fikirkanlah apa pendapatmu? Ismail menjawab: Wahai bapakku kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. InsyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.” (QS Aa-saffat: 102)

ada 3 hal yang penting dalam ayat di atas.

Pertama, ketakwaan. Pengertian taqwa terkait dengan ketaatan seorang hamba pada Sang Khalik dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan Nya. Koridor agama (Islam) mengemas kehidupan secara harmoni seperti halnya kehidupan dunia-akherat. Bahwa mereaih kehidupan baik (hasanah) di akhierat kelak perlu melalui kehidupan di dunia yang merupakan ladang untuk memperbanyak kebajikan dan memohon ridho Nya agar tercapai kehidupan dunia dan akherat yang hasanah. Sehingga kehidupan di dunia tidak terpisah dari upaya meraih kehidupan hasanah di akherat nanti. Tingkat ketakwaan seseorang dengan demikian dapat diukur dari kepeduliannya terhadap sesamanya.
Contoh dalam idul adha adalah berqurban.

Kedua, hubungan antar manusia. Ibadah-ibadah umat Islam yang diperintahkan Tuhan senantiasa mengandung dua aspek tak terpisahkan yakni kaitannya dengan hubungan kepada Allah (hablumminnalah) dan hubungan dengan sesama manusia atau hablumminannas. Ajaran Islam sangat memerhatikan solidaritas sosial dan sikap kepekaan sosialnya. Ingat  saat kita berpuasa tentu merasakan bagaimana rasanya lapar setiap hari yang sering dirasakan oleh para dhua’afa yang kesusahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Lalu dengan menyembelih hewan kurban dan membagikannya kepada yang berhak menerima, merupakan salah satu bentuk kepedualian sosial seoarng muslim kepada sesama yang tidak mampu. Kehidupan saling tolong menolong dan gotong royong dalam kebaikan merupakan ciri khas ajaran Islam.

Ketiga, peningkatan kualitas diri. Hikmah ketiga dari ritual qurban ini adalah memperkukuh empati, kesadaran diri, pengendalian dan pengelolaan diri yang merupakan cikal bakal akhlak terpuji seorang Muslim. Akhlak terpuji dicontohkan Nabi seperti membantu sesama manusia dalam kebaikan, kebajikan, memuliakan tamu, mementingkan orang lain dan senantiasa sigap dalam menjalankan segala perintah agama dan menjauhi hal-hal yang dilarang.